Seputar Dunia Selular

Gaptek? Kan ada Blog ini yang membahas perkembangan Ponsel dan Teknologinya…

Ponsel di sadap atau di Rekam?

Posted by Seputar HP pada Jumat - 18 Juli 2008

Kata-kata sadap atau penyadapan tidaklah kosa kata yang baru kita dengar. Mulai dari era telepon tetap sampai telepon bergerak sekarang ini. Tadi pagi saya melihat berita di TV One tentang percakapan Ayin dengan Urip tentang “dugaan” suap Rp 6 Milyar lebih. Sebenarnya banyak ucapan yang tidak saya menerti dalam dialog tersebut. Untunglah ada teks yang ditampilkan tentang isi percakapan tersebut. Ditambah lagi setelah membaca di Harian Kompas edisi hari ini. Kok bisa, dua tahanan yang berbeda lokasi bisa melakukan percakapan via ponsel? Bukankah ponsel dilarang untuk tahanan? Oh, mungkin waktu Ibu Urip datang ke Lapas tempat Pak Urip menginap, meminjamkan Ponsel ke suaminya pas jam “besuk”. Oke, trus bagaimana halnya dengan Ayin yang dipanggil Ibu Guru oleh Urip? Apa Ayin juga dipinjami Ponsel yang bernomor Singapura oleh “pengunjungnya”? Berarti ada skenario yang mengatur? Trus, kenapa yang membawa Ponsel atau petugas lapas tidak dimintai keterangannya?

Itu hanya sekilas prolog dari topik kita kali ini. Kembali ke Laptop.
Ponsel disadap, bagaimana hukumnya? Apa ada peraturan khusus yang memperbolehkan percakapan kita direkam? Rata-rata pemilik Ponsel berkomunikasi di telepon bergerak mereka untuk menjaga privasi. Misalnya? Menelpon selingkuhan kan gak mungkin via telpon Rumah yang diparalel dan dekat dengan pasangan kita. Ponsel? Yup, bisa dijadikan sarana karena bisa aja ngumpet waktu menelpon🙂

Apa kita rela percakapan kita tersebut disadap orang? Jangankan di sadap, ada orang yang nguping sedikitpun rasanya gak boleh. Ingat kasus Ahmad Dani yang akan membeberkan isi percakapan Maia dengan selingkuhannya yang pengusaha resto cepat saji beberapa waktu yang lalu? Percakapan itupun sudah lama dan sepertinya bukan disadap tetapi di copy dari rekaman percakapan di Operator. Emangnya setiap Operator bisa merekam pembicaraan kita? Nah, disadap dengan rekaman di Operator ini adalah dua hal yang sangat berbeda. Kalau kita lihat di film James Bond, penyadapannya pakai chip kecil yang disembunyikan tanpa melewati “jasa” rekaman pihak Operator. Dan ada teknologi yang mengatur tentang penyadapan ini. Dengan alat ini, biarpun pemakai HP berulangkali ganti nomor karena takut di sadap tetapi tidak mengganti ponsel alias IMEInya sama, sama saja bohong. Alat ini bisa kembali beraksi. Apakah penyadapan Ponsel Ayin-Urip juga seperti itu? Apa rekaman percakapan itu didapat dari “jasa” pihak Operator?

Kalau itu didapat dari Operator, berapa lama seharusnya pihak operator menyimpan rekaman percakapan kita? Apa saja persyaratan untuk mendapatkan rekaman tersebut? Kalau hanya untuk merekam pembicaraan kita, bukan hal yang sulit. Bisa dipasang perekam/recorder di Ponsel kita. Banyak kok, yang menjual aplikasi-aplikasi untuk merekam pembicaraan. Dan juga banyak berserakan di dunia maya (baca: internet) ini.>

Mungkin pembaca lebih mengetahui hukum penyadapan ini. Kalau untuk mencari keadilan seperti kasus di prolog atas, gak jadi masalah. Bahkan saya 100% setuju dengan penyadapan (atau rekaman?). Bagaimana kalau rekaman pembicaraan kita yang tidak bermuatan politik atau kriminal dibeberkan? Inga Inga, kasus video porno dan Photo Bugil via Ponsel banyak tersebar karena kecerobohan pemilik ponsel atau gadgetnya. Jangan sembarangan menyimpan pembicaraan penting di HP yang berpotensi untuk dijual lagi atau hilang! Begitu juga untuk rekaman video atau photo bugil di Ponsel. Bagi pencinta Handycam juga gak boleh sembarangan. Jangan merekam adegan-adegan yang seronok apalagi akan di transfer/copy ke CD via pihak ketiga. Mereka akan sangat gampang dapat rekaman gratisnya.

Paragraf terakhir, apakah berita-berita yang santer dengan penyadapan telepon itu benar adanya? Apa tidak didapatkan dari pihak operator telepon? Disadap langsung atau di Rekam Operator, jelas bukan hal yang sama… Penyadapan ini juga membuat para pejabat kita gerah menggunakan Ponsel.

2 Tanggapan to “Ponsel di sadap atau di Rekam?”

  1. kalo dipikir2 benar juga ya… kok semudah itu seseorang berkomuniasi walaupun sudah ditahan… mungkin memang direkam bukan disadap…🙂

  2. arifrahmat said

    Menurut saya, semua percakapan ponsel (tidak peduli siapa) direkam oleh operator telekomunikasi. Saya pernah membaca (tapi lupa di mana sumbernya) bahwa sebuah operator telekomunikasi membeli digital storage berkapasitas sangat besar (kalau tidak salah jutaan terabyte). Dugaan saya, itu pasti untuk keperluan penyimpanan arsip percakapan. Kalau hanya untuk keperluan voice-mail, rasanya size segitu kegedean. Jadi apa lagi fungsinya kalau bukan untuk menyimpan setiap percakapan?

    Coba lihat dan teliti isi UU Telekomunikasi Nomor 36 / 1999.

    Bisa saja itu digunakan untuk percakapan, Mas Arif. Tapi sampai kapan percakapan itu akan disimpan? Apa 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun atau periode tertentu sejak percakapan itu dilakukan? Sekarang ada RUU tentang penyadapan. Dan yang berwenang melakukan penyadapan itu hanya instansi tertentu saja untuk kepentingan yang mendesak. Misalnya saja untuk KPK, Polisi ataupun Jaksa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: