Seputar Dunia Selular

Gaptek? Kan ada Blog ini yang membahas perkembangan Ponsel dan Teknologinya…

Archive for the ‘Operator’ Category

Selular di Bekasi

Posted by Seputar HP pada Kamis - 24 Desember 2009

Sesuai dengan namanya, teknologi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita. Berkembangnya dunia teknologi dan makin maraknya promosi dari vendor-vendor telekomunikasi di Indonesia, tentunya juga akan mendongkrak pada pembangunan infrastruktur untuk menunjang pelayanan yang bagus.

Namun, bagaimana jika perusahaan telekomunikasi dikarenakan saking semnagatnya dan melupakan Rencana Tata Ruang WIlayah yang sudah dissusun oleh Pemerintah Daerah setempat? Bukannya makin menambah fasilitas untuk masyarakat sekitar tetapi juga akan membuat kecewa si pengguna infrastruktur.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Operator | Dengan kaitkata: , , , | 7 Comments »

Cellular and Camera News

Posted by Seputar HP pada Selasa - 24 November 2009

Akhir tahun yang semakin dekat 🙂

Banyak kerjaan, laporan yang harus selesai, membuat resolusi untuk tahun baru, dll..

Resolusi, apa resolusimu untuk tahun 2010?

Untuk informasi Cellular, termasuk game dan aplikasinya, bisa dilihat juga di blog saya di

http://www.cellular-camera.com/

 

Posted in Aplikasi HP, Berita, GSM, HP, HP Baru, Info, internet, Operator | Dengan kaitkata: | 4 Comments »

Layanan Data Axis Lebih Dominan

Posted by Seputar HP pada Rabu - 26 Agustus 2009

Jakarta – Natrindo Telepon Seluler memproyeksi layanan data internet dan pesan singkat (short message service atau SMS) akan lebih mendominasi trafik telekomunikasi pelanggan Axis selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

Chief Technology Officer Axis Mohammed Muslim Khan, menjelaskan lebih murahnya tarif SMS, yang hanya 10% dari tarif percakapan suara (voice call), diperkirakan mampu mendongkrak trafik SMS hingga tiga kali lipat.

“Sedangkan layanan data akan meningkat hingga 200%, apalagi kami juga menyelenggarakan BlackBerry dan mobile broadband 3G,” ujarnya sebelum melepas drive test jaringan Axis dari Jakarta menuju Semarang, di Menara Dea, Jakarta, Rabu (19/8/2009)

Axis yang kini memiliki lima juta pelanggan, mengaku tak kuatir jika saat Lebaran nanti akan terjadi lonjakan trafik pada jaringannya. Meski mengaku masih siap menampung lonjakan kapasitas hingga tiga kali lipat, mereka tetap mempersiapkan kekuatan jaringan sejak jauh-jauh hari.

Sejak beroperasi April 2008 silam, operator ini telah membangun lebih dari 4.600 unit base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia, dimana 900 unit di antaranya merupakan Node B untuk BTS 3G. Jumlah tersebut tersebar di 192 kota di Indonesia

Dalam setahun, Axis telah meningkatkan 60% jumlah BTS miliknya dengan coverage terbesar di Pulau Jawa. Sedangkan 700 BTS di antaranya terdapat di Sumatera. “Ke depan, kami akan membangun 50-100 BTS per propinsi,” tandas Alban Ridwan, Senior Manager Network Division Axis for West & Central Java.
( rou / faw -detik)

Posted in Berita, internet, Operator | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Axis Belum Punya 3G di Jalur Mudik

Posted by Seputar HP pada Rabu - 19 Agustus 2009

Jakarta – Natrindo Telepon Seluler mengklaim jaringan layanan seluler Axis miliknya telah menjangkau seluruh area di sepanjang jalur mudik di Pulau Jawa. Namun sayang, jaringan di jalur itu belum bisa melayani 3G.

Alban Ridwan, Senior Manager Network Division Axis for West & Central Java, mengungkapkan ada 170 unit base transceiver station (BTS) yang dimiliki Axis sebagai infrastruktur jaringannya di sepanjang jalur mudik pantura, dari Jakarta hingga Semarang, Jawa Tengah.

“Sepanjang jalur mudik pantura sudah tercover semua. Kecuali di jalur alternatif memang masih ada blankspot,” ujarnya saat drive test jalur darat jaringan Axis dari Jakarta menuju Semarang, Rabu (19/8/2009).

Alban juga mengakui, jaringan yang dimiliki Axis di jalur mudik tersebut belum bisa melayani akses data berbasis 3G. Pelanggan Axis hanya bisa mendapatkan koneksi EDGE dengan kecepatan 200 Kbps. Jaringan Axis di sini menggunakan perangkat BTS Huawei.

“3G kami cuma di kota besar saja, Semarang Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Meski cuma EDGE, tapi jaringan kita sudah yang paling bagus karena EDGE milik operator lain cuma bisa 50-70 Kbps,” klaim dia.

Axis yang punya lima juta pelanggan, kini memiliki lebih dari 4600 unit BTS sebagai tulang punggung telekomunikasi selulernya di 192 kota di Indonesia. Jaringannya terdiri dari 3682 BTS 2G dan hampir 1000 Node B untuk 3G.
( rou / faw )

(detik-inet)

Posted in GSM, Operator | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Operator Telekomunikasi Mulai Bertumbangan

Posted by Seputar HP pada Kamis - 18 September 2008

Ramalan tentang kemungkinan beberapa operator telekomunikasi (seluler) bertumbangan dalam dua tahun ke depan mulai terlihat tanda-tandanya. Paling tidak sudah ada sinyal keengganan pemilik operator meneruskan bisnis ini karena persaingan yang sangat ketat yang menguras energi yang tidak diketahui kapan dan di mana ujungnya.

Bulan lalu media mengungkapkan niatan petinggi PT Global Mediacom, Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, untuk menjual bisnis di luar bisnis intinya, media. PT Mobile-8 (Fren-seluler dan Hepi-nirkabel tetap-fixed wireless access/FWA) merupakan milik PT Global Mediacom Tbk yang juga punya RCTI, TPI, MNC, dan Global TV sebagai bisnis inti.

Hary Tanoe mengatakan akan menjual 15,58 persen saham Mobile-8 seharga Rp 457,54 miliar sehingga kepemilikan Global di M8 tinggal 51 persen. Walau tidak tegas disebutkan siapa pembelinya, isyarat yang muncul, Hary akan menjual sahamnya kepada PT Bakrie Telecom (BTel).

BTel dan M8 memiliki layanan yang sama, walau BTel belum menjalankan layanan seluler, baru FWA (Esia) di 50-an kota. Pengambilalihan secara bertahap M8 oleh BTel atau mungkin merger keduanya akan memperkuat posisi BTel di industri telekomunikasi dari posisi kelima atau keenam menjadi urutan keempat.

Industri telekomunikasi nirkabel di Indonesia dikuasai tiga operator GSM besar, PT Telkomsel dengan 58 juta pelanggan, PT Indosat dengan 32 juta pelanggan, dan PT Excelcomindo Pratama (XL) 24 juta pelanggan. Mereka menguasai 84 persen pangsa pasar dari 135 juta nomor yang aktif digunakan.

Sisanya yang 16 persen diperebutkan 8 operator, yaitu Indosat (StarOne-FWA), BTel, M8, Hutchison (3), Sampurna (Ceria), Natrindo (Axis), Telkom (Flexi), dan Sinar Mas (Smart). Mereka baru memiliki 21,6 juta pelanggan, 4 juta dikuasai M8, BTel (5,4 juta), Telkom (9 juta), lalu Natrindo 600.000, Hutchison, dan Sinar Mas masing-masing satu juta, StarOne 400.000, dan Sampurna 200.000-an.

Saat ini, dengan tarif yang makin menukik, walau diimbangi belanja modal (capex-capital expenditure) relatif lebih murah, operator dengan pelanggan di bawah 10 juta akan sesak napas. Kecuali bila mereka melakukan penghematan besar-besaran di biaya operasi, misalnya menekan biaya pegawai, transpor, dan sebagainya. PT Telkomsel yang punya pelanggan terbanyak pun mulai memangkas beberapa biaya, termasuk promosi dan entertain.

Industri seluler berbasis CDMA, terutama yang bekerja di frekuensi 800 MHz, dianggap lebih punya masa depan karena capex dan opex (operation expenditure-belanja operasi) mereka jauh lebih murah dibanding operator GSM. Jumlah stasiun pemancar dna penerima (base transceiver station/BTS) mereka jauh lebih sedikit dibandingkan GSM untuk satu wilayah cakupan yang sama, jumlah kanal yang bisa disediakan oleh tiap BTS CDMA 10 kali lebih banyak dibanding GSM, modal perangkat teknologinya yang sangat murah, sepertiga harga di GSM.

Namun, tetap saja, operator yang memiliki pelanggan sedikit dalam waktu dekat akan tumbang juga. Buntut kebijakan pemerintah, mungkin satu operator akan menyusul M8 karena frekuensi yang digunakannya akan diambil balik pemerintah, sementara operator lain harus melakukan terlalu banyak penyesuaian teknis jika akan mengambilalihnya.

Keunggulan belanja operator CDMA, di samping performansi keuangan yang sangat baik dari BTel, membuat investor malah ingin mengakuisisinya, setidaknya oleh Altimo dari Rusia dan PT Telkom, dengan alasan berbeda. Altimo butuh kendaraan untuk mengakuisisi saham PT Indosat, sementara PT Telkom lebih ke keinginan menyingkirkan kerikil yang menancap di sela jari kaki Flexi yang pertumbuhannya terganjal Esia.

Flexi bisa tumbuh pesat jika statusnya tidak hanya sebagai bagian PT Telkom bersama unit usaha lainnya, karenanya tidak lentur dalam menghadapi gejolak pasar. Ini sama dengan StarOne yang dikembangkan setengah hati oleh Indosat karena bagi Indosat, lebih baik membesarkan gajah GSM-nya dibanding membesarkan semut yang tak mungkin menjadi sapi.

Tahun depan, kalau perang tarif tetap berlaku, bukan tidak mungkin beberapa operator kecil harus menjual perusahaannya ke operator lebih besar, atau merger atau lempar handuk, angkat tangan. Dan, sesungguhnya, 11 operator untuk Indonesia sudah terlalu banyak, cukup 5 atau enam saja.

Moch S Hendrowijono Wartawan; Mukim di Cisarua, Bandung (Kompas, 18 September 2008)

Posted in Operator | Dengan kaitkata: , , , | 3 Comments »