Seputar Dunia Selular

Gaptek? Kan ada Blog ini yang membahas perkembangan Ponsel dan Teknologinya…

Posts Tagged ‘Mobile Technology’

Ada Ponsel Mewah dari Motorolla

Posted by Seputar HP pada Selasa - 28 Oktober 2008

Ponsel Mewah Motorolla

Ponsel Mewah Motorolla

Motorola sedang menyiapkan sebuah ponsel mewah. Terinspirasi dari desain jam tangan mewah, ponsel bernama Aura yang dirancang di Swiss ini memiliki kristal pada sekeliling layar.

Ponsel Aura memiliki 16 juta warna dan resolusi 300 dpi pada layar berbentuk bulat. Untuk menambah kemewahannya, pada lensa kamera terdapat batu safir sekitar 1.62 karat. Demikian dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (24/10/2008).

Sedangkan untuk bagian luar, Aura menggunakan bahan stainless steel yang proses pembuatannya mencakup dipahat dengan tangan. Di bagian belakangnya terdapat sebuah ‘jendela’ yang menunjukkan mekanisme ‘pintu’ ponsel.

Motorola memanfaatkan teknologi CrystalTalk pada Aura demi meningkatkan kualitas suaranya. Fitur lain yang terdapat dalam ponsel ini mencakup pemutar musik, video, kamera 2 MP, memori 2 GB dan GPRS.

Aura baru akan dipasarkan di pasar global pada kurtal empat tahun 2008 ini. Berapa harga ponsel mewah ini? Sekitar 1500 euro atau kurang lebih Rp 19 juta. ( wsh / wsh )

Posted in HP | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 1 Comment »

Operator Telekomunikasi Mulai Bertumbangan

Posted by Seputar HP pada Kamis - 18 September 2008

Ramalan tentang kemungkinan beberapa operator telekomunikasi (seluler) bertumbangan dalam dua tahun ke depan mulai terlihat tanda-tandanya. Paling tidak sudah ada sinyal keengganan pemilik operator meneruskan bisnis ini karena persaingan yang sangat ketat yang menguras energi yang tidak diketahui kapan dan di mana ujungnya.

Bulan lalu media mengungkapkan niatan petinggi PT Global Mediacom, Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, untuk menjual bisnis di luar bisnis intinya, media. PT Mobile-8 (Fren-seluler dan Hepi-nirkabel tetap-fixed wireless access/FWA) merupakan milik PT Global Mediacom Tbk yang juga punya RCTI, TPI, MNC, dan Global TV sebagai bisnis inti.

Hary Tanoe mengatakan akan menjual 15,58 persen saham Mobile-8 seharga Rp 457,54 miliar sehingga kepemilikan Global di M8 tinggal 51 persen. Walau tidak tegas disebutkan siapa pembelinya, isyarat yang muncul, Hary akan menjual sahamnya kepada PT Bakrie Telecom (BTel).

BTel dan M8 memiliki layanan yang sama, walau BTel belum menjalankan layanan seluler, baru FWA (Esia) di 50-an kota. Pengambilalihan secara bertahap M8 oleh BTel atau mungkin merger keduanya akan memperkuat posisi BTel di industri telekomunikasi dari posisi kelima atau keenam menjadi urutan keempat.

Industri telekomunikasi nirkabel di Indonesia dikuasai tiga operator GSM besar, PT Telkomsel dengan 58 juta pelanggan, PT Indosat dengan 32 juta pelanggan, dan PT Excelcomindo Pratama (XL) 24 juta pelanggan. Mereka menguasai 84 persen pangsa pasar dari 135 juta nomor yang aktif digunakan.

Sisanya yang 16 persen diperebutkan 8 operator, yaitu Indosat (StarOne-FWA), BTel, M8, Hutchison (3), Sampurna (Ceria), Natrindo (Axis), Telkom (Flexi), dan Sinar Mas (Smart). Mereka baru memiliki 21,6 juta pelanggan, 4 juta dikuasai M8, BTel (5,4 juta), Telkom (9 juta), lalu Natrindo 600.000, Hutchison, dan Sinar Mas masing-masing satu juta, StarOne 400.000, dan Sampurna 200.000-an.

Saat ini, dengan tarif yang makin menukik, walau diimbangi belanja modal (capex-capital expenditure) relatif lebih murah, operator dengan pelanggan di bawah 10 juta akan sesak napas. Kecuali bila mereka melakukan penghematan besar-besaran di biaya operasi, misalnya menekan biaya pegawai, transpor, dan sebagainya. PT Telkomsel yang punya pelanggan terbanyak pun mulai memangkas beberapa biaya, termasuk promosi dan entertain.

Industri seluler berbasis CDMA, terutama yang bekerja di frekuensi 800 MHz, dianggap lebih punya masa depan karena capex dan opex (operation expenditure-belanja operasi) mereka jauh lebih murah dibanding operator GSM. Jumlah stasiun pemancar dna penerima (base transceiver station/BTS) mereka jauh lebih sedikit dibandingkan GSM untuk satu wilayah cakupan yang sama, jumlah kanal yang bisa disediakan oleh tiap BTS CDMA 10 kali lebih banyak dibanding GSM, modal perangkat teknologinya yang sangat murah, sepertiga harga di GSM.

Namun, tetap saja, operator yang memiliki pelanggan sedikit dalam waktu dekat akan tumbang juga. Buntut kebijakan pemerintah, mungkin satu operator akan menyusul M8 karena frekuensi yang digunakannya akan diambil balik pemerintah, sementara operator lain harus melakukan terlalu banyak penyesuaian teknis jika akan mengambilalihnya.

Keunggulan belanja operator CDMA, di samping performansi keuangan yang sangat baik dari BTel, membuat investor malah ingin mengakuisisinya, setidaknya oleh Altimo dari Rusia dan PT Telkom, dengan alasan berbeda. Altimo butuh kendaraan untuk mengakuisisi saham PT Indosat, sementara PT Telkom lebih ke keinginan menyingkirkan kerikil yang menancap di sela jari kaki Flexi yang pertumbuhannya terganjal Esia.

Flexi bisa tumbuh pesat jika statusnya tidak hanya sebagai bagian PT Telkom bersama unit usaha lainnya, karenanya tidak lentur dalam menghadapi gejolak pasar. Ini sama dengan StarOne yang dikembangkan setengah hati oleh Indosat karena bagi Indosat, lebih baik membesarkan gajah GSM-nya dibanding membesarkan semut yang tak mungkin menjadi sapi.

Tahun depan, kalau perang tarif tetap berlaku, bukan tidak mungkin beberapa operator kecil harus menjual perusahaannya ke operator lebih besar, atau merger atau lempar handuk, angkat tangan. Dan, sesungguhnya, 11 operator untuk Indonesia sudah terlalu banyak, cukup 5 atau enam saja.

Moch S Hendrowijono Wartawan; Mukim di Cisarua, Bandung (Kompas, 18 September 2008)

Posted in Operator | Dengan kaitkata: , , , | 3 Comments »

Charging HP yang aman

Posted by Seputar HP pada Rabu - 13 Agustus 2008

Ada pertanyaan di salah satu milis:

Apakah penggunaan HP sebagai modem dalam waktu lama (rata-rata saya
gunakan 6 jam/hari) dapat beresiko pada HP, seperti batere yang cepat
low dan sebagainya?

Kalau untuk HP Sony Ericsson memang jika kita hubungkan dengan
PC/laptop maka HP tersebut akan ter-charge, apakah ini satu keuntungan
atau nantinya (dalam jangka waktu lama) dapat menyebabkan batere
“jebol” atau semacamnya.

Pada prinsipnya, penggunaan HP (apapun merk dan berapapun harganya) lama kelamaan tentu akan ada pengaruhnya. Pengaruh ini disebabkan karena masa pakai dan kualitas baterainya. Tidak hanya untuk modem, pemakaian yang lama pun akan beresiko untuk HP. Resikonya gak besar, cuma kualitasnya aja yang sedikit menurun.

Saya juga pake Soner Z770i untuk komunikasi dan Modem. So far so good. Gak ada masalah (untuk saat ini). Nyambung ke PC sambil charging pun sebenarnya hanya untuk back-up daya baterai. Sama seperti kita komunikasi menggunakan HP yang lagi di charge. Beresikokah? Baterai akan jebol kalau masa gunanya sudah habis. Tergantung baterainya. Dan jangan lupa, arus listrik yang naik turun juga akan banyak pengaruhnya. Ada yang pernah buat perbandingan:

a. HP hanya di charge via USB kompie.
b. HP dicharge via lighter mobil dan
c. HP dicharge via colokan listrik rumah.

Mana yang akan cepat rusak?

Saya pernah melakukannya, hasilnya: Baterai B akan cepat rusak dibandingkan A. Dan Baterai C akan relatif lebih tahan lama dibandingkan A. Alasannya? Kalau via lighter mobil, arusnya sangat tidak stabil. Apalagi gasnya turun naik. Kalau via USB komputer? Arusnya juga kurang stabil dibandingkan Via colokan listrik biasa. Apalagi listriknya sudah dipasangi alat khusus untuk menstabilkan arus listrik.

Posted in Info, Tips 'n Trik | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »